nikenepr

Just another WordPress.com site

Mulutmu Harimaumu

pada Maret 27, 2012

Mulutmu, harimaumu. Sekarang saya baru benar-benar paham arti peribahasa ini. Jaga lidahmu, lebih luas lagi adalah jaga perkataan, pernyataan dan perilakumu, karena ia bisa jadi akan balik menerkammu.

Di jaman instan dengan generasi yang saling terkoneksi satu sama lain melalui jejaring sosial, social media dan grup-grup dalam BBM, sering kita dihadapkan pada kondisi asyik membahas sebuah isu. Perlu kecerdasan, kebijaksanaan dan pengendalian diri yang baik dalam menanggapi setiap isu yang bergulir. Namun memang seringnya saat ada sebuah isu yang ‘sexy’ dan kita merasa tahu jawaban atas isu tersebut, mulut ini iseng ingin komentar, jari gatal ingin mengetik dan melemparkan pernyataan kita pada forum, sebisa mungkin dengan bahasa yang sopan. Namun bahasa tulisan berbeda dengan bahasa lisan. Ketiadaan intonasi dan miskinnya rona wajah (emoticon belum cukup memuaskan kebutuhan ini) sering membuat lawan bicara salah persepsi. Maksud kita sopan, namun karena dianggap menyerang akhirnya timbullah miss-communication, miss-understanding, dan miss-miss yang lain sehingga hubungan yang tadinya harmonis menjadi mencekam.

Kejadian ini terjadi pada saya sendiri. Kejadiannya dimulai saat ada seorang senior meneruskan pesan resmi dari VP Komunikasinya perusahaan tempat saya bekerja dalam sebuah grup BBM yang berisi Pekerja HR Refinery Directorate (membernya macam-macam, mulai dari manager tertinggi sampai level anak baru masuk seperti saya). Ada sebuah tanggapan yang menarik perhatian saya dari seseorang yang id nya adalah nomor pin dan fotonya adalah icon, sederhananya dia anonim. Karena ketidaktahuan siapa yang saya ajak bicara namun disisi lain merasa perlu meluruskan statement yang bersangkutan (saya mengetahui pasti jawaban atas pernyataan yang bersangkutan) dan saya menyadari forum ini adalah forum dari bernagai usia dan angkatan masuk (dan berbagai jabatan) sehingga demi kesopanana saya menyapa id anonim tersebut dengan panggilan “mas/mbak” kemudian meluruskan pernyatannya. Rupanya yang bersangkutan tersinggung. kemudian ada senior saya yang lain yang mengirimkan BBM “Nabari Padia itu angkatan Pak Amirsyal, dia atasan gue waktu di Jakarta.” Oohh rupanya Id anonim itu adalah Pak Nabari,, saya baca ulang pernyataan saya tadi malam. Sudah sangat sopan dan baik, jika beliau merasa terserang atas komentar saya yang mencoba meluruskan pendapat beliau, saya kira akan lebih bijak jika kami saling memahami kondisi, bukan lantas saling perang dingin.

Ini adalah satu pelajaran penting dalam hidup. Tidak selamanya maksud yang kita sampaikan dengan baik akan diterima dengan baik dan lapang dada, karena hanya orang dengan kebijakan dan pengendalian diri yang baik yang mampu menerima setiap kritikan, masukan, koreksi, dan saran 

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: