nikenepr

Just another WordPress.com site

Satu : Awal

pada September 20, 2011

AWAL PERKENALAN

Sejak kapan aku mengenalmu? Ah ya, Desember 2009, saat tidak sengaja aku menemukan foto ‘email signature’-mu yang menghebohkan dengan kalimat: Electricity for a better WIFE. Sebuah slogan yang merupakan plesetan dari tagline BUMN tempatmu bekerja. Dan rupanya bagi bujang-bujang jebolan Salman, ide untuk memampang slogan plesetan itu di email adalah sesuatu yang berani, itulah sebabnya ada puluhan komentar di foto hasil printscreen yang di upload oleh Rihan Handaulah, sahabatmu.

Kita berdua tidak pernah saling mengenal sebelumnya. Tidak ada pertalian, kerabat, kenalan atau saudara yang membuat jalur kita saling bersilang. Hanya sebuah perkenalan selama di perjalanan Bandung-Jakarta di atas kereta Parahyangan dengan seorang sahabatmu yang pada akhirnya mengantarku pada foto di Facebook itu.

Suatu hari aku pernah memikirkan bahwa segala hal yang terjadi pasti akan membawa kita pada sebuah titik hikmah. Titik jawaban mengapa peristiwa itu terjadi. Seperti peristiwa yang membuka jalanku padamu.

Perjalanan ke Jakarta dengan kereta saat itu adalah pengalaman pertamaku naik Kereta Api. Datang ke Ibu Kota sendirian bukan perkara yang mudah bagiku—yang biasanya hanya berkutat di sekitar Bandung-Cimahi dan sekitarnya. Bermodal tekad untuk menyelesaikan skripsi dan demi mendapat data akurat langsung dari narasumber terpercaya aku menghubungi pihak Ombudsman, lembaga Negara tempat aku akan melakukan penelitian di Jakarta. Dengan semangat 45 aku nekad saja untuk membeli tiket untuk keberangkatan hari Selasa pagi. Namun rupanya Allah memiliki rencana lain, tiba-tiba saja telponku berdering, sebuah suara di sana menyapaku, rupanya Ibu Yeni, narasumberku. Rupanya beliau ada jadwal penting mendadak, dan pertemuan denganku terpaksa diundur.

“Kamis pagi pukul 9 saya ada di kantor” katanya langsung.

“Oke Bu, insyaAllah saya siap” jawabku segera mengambil kesempatan.

Kamis pagi, 3 Desember 2009, aku berangkat naik kereta pukul 5.45 WIB. Kawan sebangkuku adalah seorang pemuda, kupikir usianya hampir 30 tahun. Berpakaian rapi, dan tertidur sepanjang perjalanan.

Dia terbangun saat kereta sudah masuk daerah Karawang, dia menanyakan waktu padaku. Dan kami berkenalan. Rupanya perkiraanku meleset. Usianya bukan 30, tapi hanya berbeda 10 bulan saja denganku. Sama-sama kelahiran 1987, dia Januari aku November. Aku sempat tak percaya dia seusia denganku. Dia meyakinkanku bahwa usianya baru 22 tahun, bulan depan 23 tahun, hanya karena dia masuk sekolah satu angkatan di atasku dia tetap senior, dia bahkan sampai menunjukan KTP segala :p

Rupanya dia adalah mahasiswa pasca sarjana ITB dan akan berangkat untuk Seminar di Jepang. Kepergiannya ke Jakarta adalah untuk mengurus Visa di kedutaan Jepang. Keren. Mahasiswa ITB memang banyak kesempatan ke luar negeri. Berbeda dengan Unpad yang benar-benar harus berusaha ekstra keras untuk sekedar mendapat kesempatan yang sama.

Kami mengobrol sepanjang sisa perjalanan dan berpisah di Gambir setelah saling bertukar nomor kontak dan FB (saat itu sedang hot-hotnya FB).

Beberapa hari kemudian, aku menemukan daftar yang menunggu konfirmasi pertemanan di akun FB ku. Salah satunya Husna Nugrahapraja. Mahasiswa Pascasarjana ITB, teman seperjalananku tempo hari. Dari akunnya aku menemukan Fotomu itu, foto yang mengawali 21 bulan perkenalan kita.

Plaju, 20 September 2011


2 responses to “Satu : Awal

  1. […] Oktober 26, 2011 pada 4:03 am (a-z, tentang kamu, the process)  Lanjutan dari catatan yang berjudul “Satu : Awal” […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: