nikenepr

Just another WordPress.com site

kamu adalah …

pada September 20, 2011

Kamu adalah laki-laki yang simple tapi bermakna, ujar Mama saat aku bertanya padanya tentang kesan Mama terhadapmu. Saat itu mencoba mencari jawaban atas kegelisahan yang selama beberapa minggu ini kurasakan.

Ingat saat aku menelponmu dan meminta izin untuk istikharah lagi? Maksudku saat itu adalah meminta Time out, atau break, atau apa ya, yang pasti aku meminta waktu sebelum kuputuskan untuk tetap melanjutkan proses ini atau menghentikannya. Saat itu aku berusaha mencari petunjuk, apakah jalan yang dulu aku tempuh untuk mengiyakan ajakan taaruf itu sudah benar.

Kegelisahanku bermula saat seseorang yang sejatinya sudah kutolak dua kali, bersikeras untuk meminta kesempatan, dia bahkan menghampiriku ke Kota kecil tempat aku OJT untuk menunjukan keseriusannya. Aku sudah mencoba menjelaskan dengan cara sehalus mungkin bahwa telah ada yang lain yang mengisi hatiku, yaitu kamu. Tapi tekadnya yang kuat akhirnya membawa dia ke Dumai dan membuatku terjebak dalam bimbang. Antara rasa tidak enak sekaligus perasaan tersanjung pada kesungguhannya dan kebingungan akan rasa kagumku padamu yang memucat karena ragu akan kesungguhanmu.

Dan malam-malam setelah itu adalah malam penuh harap akan petunjuk dan ketetapan hati.

Hari minggu, 26 Juni 2011, dua hari setelah aku kehilangan dompet dan menemukannya kembali rasanya aku seperti mendapat ilham, bahwa jika memang ia takdirmu, ia takkan hilang, akan selalu ada jalan untuk kembali. Minggu pagi saat sedang mengiris bawang, setelah 15 hari penuh kebimbangan dan kegamangan tiba-tiba sebuah keyakinan itu datang. Sudah kuputuskan. Aku akan melanjutkan proses ini. Bismillah saja, aku terima resikonya menjalani proses menuju pernikahan tanpa didasari perasaan apapun.

Aku menghubungi dia pertama kali untuk mengabari keputusan hasil istikharahku, jawabannya sungguh membuatku kaget. Dengan besar hati dia memintaku mengabarimu segera, dan memintaku untuk mengenalmu lebih jauh. Seolah tahu, dia berkata bahwa rasa yang pucat akan berwarna jika aku lebih berusaha.

Dan sejak itu aku berusaha lebih mengenal siapa dirimu yang sebenarnya. Bukan kamu yang ku kenal melalui notes-notes dan tulisan-tulisan di blog-mu yang selama ini kubaca. Bukan pula kamu yang tertera di curriculum vitae yang kau kirim padaku. Tapi kamu menurut teman-temanmu, dan kamu dari sikap dan reaksimu dalam interaksi kita.

Jadi setiap ada kesempatan untuk mengenalmu, aku akan melakukannya, pertanyaan yang selalu kuajukan sama, kesan mereka tentangmu, dan sifat burukmu yang mereka tahu.

Katanya kamu adalah seorang junior yang begitu sopan, dan berinisiatif memperkenalkan diri pada seniormu di PLN, tempatmu bekerja. Sampai kini sejak masa OJT dulu, sikapmu belum berubah. Masih sopan dan penuh penghargaan. Banyak berteman, banyak dikenal orang. Katanya yakin saja, dengan prestasimu suatu hari kamu akan dipindah ke Palembang. Amin J

Katanya juga kamu baik, selalu menolong dan telaten membimbing, pokoknya kamu itu baiiiiiiiiiiiiiiiikkkkkk bangeeeettttttt. Rupanya juniormu yang mengaku itu sudah kehabisan kata-kata untuk menggambarkan sikapmu padanya.

Kamu juga out of the box, mahasiswa dengan selera humor tingkat tinggi, selalu diandalkan untuk ice breaking. Katanya kamu jago main bola (aku sempat protes karena sekarang kamu gemuk), tapi dia meyakinkanku bahwa dulu kamu six-pack (hahaha), dan kamu terlihat keren saat menggiring bola. Hanya satu kejelekanmu, kamu suka tidur. :p

“Badra? Ngabodor wae” begitu katanya.

Katanya kamu berbeda dari yang lain, saat semuanya dalam keadaan tegang, dengan tensi tinggi dan suasana mulai memanas akibat debat pemilihan ketua HMFT, kamu muncul seolah mencairkan suasana, pertanyaanmu yang berbeda dari yang lain, tanpa menyudutkan atau menguji kemampuan, kamu hanya meminta satu hal pada calon ketua, menyanyikan salah satu lagu HMFT.

“Aku tidak yakin Dani mampu” ujarnya saat aku bertanya mungkin kamu cocok menjadi Instrument Supervisor dalam pembangunan sebuah pesawat, “Membangun pesawat itu butuh ketelitian dan keseriusan,” lanjutnya lagi. Hehehe, temanmu yang ini mungkin sanksi dengan kemampuanmu.

Katanya dia tidak bisa menemukan keburukanmu satu pun. Kamu adalah temannya yang baik, ramah, sholeh serta aktif. Padahal aku sudah memaksanya untuk mengingat-ingat keburukanmu. Mana mungkin kamu sesempurna itu di matanya. Tapi dia meyakinkanku bahwa dia sulit menemukan keburukanmu.

Katanya kamu pintar, buktinya kamu selalu bersekolah di tempat favorit. Mencetak nilai tinggi tapi tidak sombong. Kamu juga adalah ketua Remaba dengan gelar “Bos” yang masih tersemat hingga kini.

Kamu adalah saudaranya. Yang botak calutak. Pemikiranmu yang di luar mainstream membuatnya berpikir bahwa kamu adalah seorang akhi dengan beautiful mind.

Tapi bagiku kamu adalah air terjun yang mengalir ke sungai. terus menerus bergerak aktif, berinteraksi dengan sesama seolah sungai yang menyusuri setiap relung kehidupan untuk menebar manfaat dan kesejukan. Kamu adalah sungai dengan arusmu sendiri yang seolah mengalir mandiri, tak bisa kubendung atau kuhentikan, kamu dengan pemikiranmu yang meskipun kucoba untuk menginterupsi tetap tak berubah. Tapi diam-diam sungai itu membawa semburat warna pada hidupku untuk menyemarakan kembali yang dulu sempat pucat.


One response to “kamu adalah …

  1. roman mengatakan:

    keren,… kisah yg harus’y menjadi inspirasi wanita dlm menentukan pilihan, do’a dan usaha yg bersinergi, yg akhirnya mampu menjawab pertanyaan yg meragukan itu, dan dgn kebajikanmu pula,… Tuhan memberikanmu kebaikan dari do’a dan usahamu. hebat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: