nikenepr

Just another WordPress.com site

TITIPAN MANIS

pada Desember 16, 2011

Image

Setelah sekian lama tidak menulis, akhirnya aku coba menulis lagi…. kali ini tentang Pak Edi, my someone special🙂

———————–

Kurus, keriput, kecil, tua, dan berkulit gelap. Tapi jalannya lincah dan selalu memasang senyum lebar menutupi geliginya yang telah tanggal. Wajahnya mengingatkanku pada Haji Tile, aktor lawas yang telah berpulang. Kemana-mana dia bersepeda. Warnanya merah marun, baik di keranjang maupun di boncengan belakangnya telah penuh dengan berbagai dokumen yang akan diantarnya. Namanya Pak Edi, beliau adalah pengantar surat di kantor tempatku bekerja.

“Hai!” Seru Pak Edi menyapa, “Harap maklum” katanya dengan suara kecil namun nyaring  sambil menyalamiku di suatu pagi saat baru sampai di kantor.

Saat  itu adalah minggu pertamaku di kantor baru, dan aku hanya bisa menyernyit sambil memaksakan tersenyum membalas salaman tangannya. Baru beberapa hari kerja langsung disapa makhluk unik. Pikirku saat itu.

“Pak edi tuh pulang pergi dari rumah ke kantor naik sepeda lho” Seseorang bercerita padaku.

“sebenarnya Pak Edi tuh udah pensiun, Cuma sering datang bantu-bantu kirim surat. Dia gak digaji lho ken, Cuma orang-orang kadang suka ngasih uang”

Hooo…

Kupikir orang seusia Pak Edi kok masih mau ya naik sepeda jauh-jauh dibawah teriknya matahari dan cuaca Palembang yang menurutku sangat panas. Itulah sebabnya pertemuan-pertemuan selanjutnya dengan Pak Edi kutempelkan selembar uang saat bersalaman dengannya. Nilainya tidak besar, tapi kuharap bisa menolongnya.

Salam tempel itu tidak selalu kulakukan, kadang saja kalau kebetulan uangku berlebih. Tapi sejak salam tempel yang pertama, di mana pun aku bertemu dengannya, Pak Edi selalu merogoh sakunya dan memberiku 2 atau 3 buah permen. Selalu. Setiap hari.

Saat dia akan mengantar surat ke mana pun di Ruang HR gedung Avigas (tempat kantorku), maka dia akan berbelok menuju mejaku dan memberiku titipan manis. 2 atau 3 buah permen setiap hari. Berbagai rasa. Dan selalu membuatku tersenyum. Sampai hari ini, semua orang di kantor akan langsung menyambut Pak Edi jika beliau datang dengan memanggilku.

“Ken, tuh pacarnya datang”

Dan tak berapa lama kemudian Pak edi menghampiriku dan memberiku 2 atau 3 buah titipan manis. Permen berbagai rasa.

============

Hikmah:

Apa yang dilakukan Pak Edi mungkin kecil, tapi shodaqoh-nya berupa permen selalu membuat saya senang. Kupikir jika kita punya kemampuan akan lebih baik jika shodaqoh dilakukan setiap hari, meski kecil namun berkelanjutan (istiqomah). Wallohualam J

 

Plaju, 16 Desember 2011


3 responses to “TITIPAN MANIS

  1. Siva mengatakan:

    cute ken, hal kecil itu terkadang hal yang tulus dilakukan dan berkesan…🙂

  2. aadanibadrakasep mengatakan:

    sama aa gantengan mana neng? :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: